Dialah Fatimah Al Fihri,muslimah pendiri universitas tertua di dunia lahir pada 800 M. Semasa kecil, ia dan keluarganya, hijrah dari kota kelahirannya Tunisia ke Fes Maroko.Meski terlahir dari keluarga kaya dan keturunan bangsawan, Mereka tidak segan untuk bergaul dengan kaum jelata. Bahkan keluarga Fatimah Al Fihri dikenal akan kedermawanannya dalam membantu orang yang membutuhkan. Di didik dalam keluarga yang selalu menanamkan nilai-nilai islam dan Ilmu pengetahuan. Membuat Fatimah dan saudaranya,Maryam menjadi muslimah yang cerdas. Fatimah juga dikenal sebagai pembisnis dan saudagar yang sukses.
Fatimah
dan Maryam memiliki tekad untuk membangun pusat-pusat studi keagamaan yang
berfungsi untuk diskusi pengetahuan agama maupun pengetahuan umum. Mereka rela
menyumbangkan seluruh harta warisannya untuk pembangunan masjid yang menjadi
cikal bakal berdirinya sebuah universitas pertama di dunia.
Pada
tahun 859 M Fathimah membangun masjid yang diberi nama Al-Qarawiyyin. sedangkan Maryam membangun Masjid al-Andalus. Kelak,
kedua lokasi tersebut mempunyai posisi dan peran penting dalam penyebaran Islam
di Maroko dan Eropa saat itu.
Pembangunan
al-Qarawiyyin rampung pada awal Ramadhan 245 H atau bertepatan dengan 30 Juni
859 M. Fatimah ikut serta mengawasi langsung proses pembangunan masjid. Dia juga
yang menentukan arsitektur dan pemilihan bahan bangunan.
Selain
sebagai tempat untuk ibadah, masjid mulai berkembang menjadi tempat
untuk pelajaran agama dan diskusi politik.Al-Qarawiyyin memperoleh perlindungan
politik kuat dari Sultan.
Dikompilasi banyak pilihan manuskrip yang disimpan di perpustakaan yang
didirikan oleh Sultan Abu Inan Faris dari
Dinasti Marinid pada
tahun 1349. Al-Qarawiyyin memainkan peran
utama dalam pertukaran budaya dan transfer pengetahuan antara Muslim dan Eropa di abad pertengahan.
Pelopor akademisi seperti Ibnu Maimun (Maimonides),
(1135–1204), Al-Idrissi (w.1166
M), Ibnu al-Arabi (1165-1240
M), Ibnu Khaldun
(1332-1395 M), Ibnu al-Khatib, Al-Bitruji
(Alpetragius), Ibnu Hirzihim, dan Al-Wazzan semua terhubung
dengan Universitas baik sebagai mahasiswa atau dosen. Di antara cendekiawan
Kristen mengunjungi Al-Qarawiyyin adalah tokoh Belgia Nicolas Cleynaerts dan
tokoh Belanda Golius.
Dalam
waktu singkat, Fes mampu bersanding sejajar dengan pusat ilmu pada masa itu
yaitu Cordova dan Baghdad.Fatimah telah meninggalkan warisan berharga bagi
generasi Muslim di seluruh dunia. Hingga kini, nama sosok
yang wafat pada 266 H/ 880 M itu tetap abadi. Dan harta yang telah dia
sumbangkan telah menjadi pahala yang mengalir bagaikan air yang tiada habisnya
sampai saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar